Copyright 2017 - Supported by Mediahostnet

Mengapa memilih cse?

Saya bersyukur kepada Tuhan karena Dialah yang menempatkan saya dalam Serikat CSE. Bagi saya, ini bukanlah suatu kebetulan, tetapi rencana Allah bagi hidup saya. Tawaran panggilan mulia ini saya jawab dengan penuh kepercayaan bahwa Allahlah yang menyelenggarakan semuanya. “Bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang memilih kamu” (Yoh 15:16a). Menjadi seorang pertapa merupakan suatu rahmat Allah dan sungguh panggilan yang mulia. Saya sangat tertarik dengan cara hidup sebagai rahib/pertapa karena siang malam dihabiskan dengan berdoa, duduk bersila, rambut panjang, tinggal di hutan atau dalam pondok atau dalam gua-gua. Itulah gambaran awal sebelum saya masuk biara.

Selain tertarik kepada kehidupan sebagai pertapa, saya membaca brosur Putri Karmel dan CSE. Dalam brosur itu dijelaskan tentang tujuan dan cita-cita Putri Karmel dan CSE, yaitu membentuk para suster, frater, dan imam yang penuh Roh Kudus, yang memiliki cinta yang menyala-nyala kepada Tuhan Yesus Kristus dan sesama karena hatinya dibakar oleh Roh Kudus. Selain itu, Putri Karmel dan CSE mau membimbing anggota-anggotanya kepada pengalaman Allah yang mendalam melalui suatu penyerahan diri yang total kepada Tuhan Yesus, yang menjadikan Yesus pusat hidupnya. Putri Karmel dan CSE mau membawa para anggotanya kepada pengalaman Roh Kudus seperti yang dialami para rasul pada hari Pentakosta.

Perkenalan lewat brosur ini menimbulkan dorongan dan keberanian untuk melangkah dan mengarahkan pandangan saya untuk masuk serikat CSE. Saya ingat sekali waktu itu hati saya begitu berkobar-kobar untuk menulis surat dan dengan kerinduan menanti balasan dari Rm. Yohanes. Setelah dinyatakan bahwa saya diterima, saya sangat bersukacita dan terharu. Apa yang saya rindukan, yaitu mengenal dan mengalami Allah yang hidup, mengalami kehadiran Roh Kudus, dan menjadi seorang pertapa dapat tercapai.