Copyright 2017 - Supported by Mediahostnet

 

Ketika senja merah mulai berlabuh di ufuk barat untuk menutup hari yang indah itu, saya baru saja menutup halaman terakhir dari buku tentang St. Theresia dari Lisieux. Betapa indah dan mengagumkan karya Allah dalam hidupnya. Namun, dalam buku ini saya lebih tertarik pada bagian cerita tentang “ayahnya”. Kiranya tidaklah keterlaluan kalau saya katakan bahwa gambaran tentang ayahnya tersebut mengingatkan saya pada ayah saya, yang penuh kasih dan perhatian.

Bagi saya, ayah merupakan hadiah dan anugerah Tuhan yang sangat besar. Dia mempunyai peranan besar dan khusus dalam perjalanan panggilan hidup saya. Walaupun dia telah pergi untuk selamanya—mengikuti jejak mama—namun, saya yakin bahwa mereka telah berbahagia bersama Bapa di Surga. Syukur kepada Tuhan karena walaupun perpisahan itu menyakitkan, tetapi berkat didikan iman yang ayah berikan selama hidupnya, maka sampai saat ini saya masih mampu tetap berpasrah dan berharap total kepada jalan-jalan yang telah Allah sediakan bagi saya.

Saya masih ingat, sejak kecil saya selalu dibawa oleh ayah saya ke mana saja dia ditugaskan untuk melayani umat—waktu itu dia adalah seorang katekis. Dalam perjalanan hidup bersama ayah itulah, saya menjadi mengerti bagaimana seharusnya hidup di tengah-tengah masyarakat dengan pelbagai macam latar belakang. Saya tak akan melupakan ayah yang begitu senang menghibur orang-orang yang berada dalam kesusahan. Dia seorang yang tekun dan tak kenal lelah.

Menurut ayah saya, dia sebenarnya mendapat kesan yang mendalam dari para misionaris Inggris yang pernah bertugas di Sabah, Malaysia, pada zamannya. Bahkan, ayah saya pernah memutuskan untuk menjadi seorang pastor, tetapi akhirnya dia menyadari bahwa itu bukanlah panggilan Tuhan baginya. Dan, ayah saya menerima semua itu sebagai kehendak Allah. Sejak saat itu, ayah saya mulai berdoa dan bertekad untuk menyerahkan anak-anaknya kepada Tuhan. Apa yang saya ketahui selama itu ialah ayah saya memang pernah mendorong saya untuk menjawab panggilan Tuhan secara khusus. Tetapi, satu hal yang saya hargai ialah ayah saya tidak pernah memaksa! Inilah yang membuat saya semakin kagum dan menghargai kebebasan yang diberikannya.