Sejarah dan Perkembangan
Serikat CSE (Carmelitae Sancti Eliae), yang berarti “Para Karmelit dari Nabi Elia”, didirikan oleh Romo Yohanes Indrakusuma, CSE pada tanggal 20 Juli 1986 di Ngadireso, Malang. CSE merupakan “saudara kandung” dari Serikat Putri Karmel dan Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM), yang ketiganya dikenal sebagai keluarga besar “Karmel Eliana”.
Pada tahun 1998, CSE pindah ke Cikanyere, Jawa Barat. Sejak saat itu, Pertapaan Shanti Bhuana menjadi rumah induk serikat CSE. Pada tahun 1990, CSE menerima pengakuan resmi sebagai Associatio Publica dari Uskup Bogor, Mgr. Ignatius Harsono, dan kemudian diakui sebagai Serikat Diosesan oleh Tahta Suci pada tanggal 20 Juli 2012 (Hari Raya Nabi Elia). Hingga saat ini (per Februari 2026), CSE telah memiliki 41 imam dan lebih dari 100 anggota berkaul.
Visi dan Misi
Visi dan misi CSE berakar pada cita-cita Karmel untuk mengalami kehadiran Allah secara pribadi dan nyata, namun tidak berhenti bagi diri sendiri melainkan untuk dibagikan kepada sesama. Secara singkat, visi dan misi CSE dirumuskan sebagai berikut:
“Dalam kuasa Roh Kudus, mengalami dan menghayati sendiri kehadiran Allah yang penuh kasih dan menyelamatkan, sampai pada persatuan transforman, serta membawa orang lain kepada pengalaman yang sama.”
Berikut adalah penjelasan singkat dari rumusan visi dan misi CSE tersebut:
- Dalam kuasa Roh Kudus: Roh Kudus adalah sumber utama untuk mengenal Allah secara mendalam melalui berbagai karunia-Nya.
- Mengalami dan menghayati sendiri: Mengutamakan pengalaman akan Allah yang personal dan nyata, bukan sekadar pengetahuan intelektual.
- Kehadiran Allah yang penuh kasih dan menyelamatkan: Mengalami Allah yang hidup, yang secara nyata mengasihi, menyelamatkan, dan menganugerahkan hidup baru bagi manusia.
- Sampai pada persatuan transforman (persatuan cinta kasih): Cita-cita luhur dari perjalanan hidup rohani di mana rahmat Tuhan pada akhirnya mengubah dan menyerupakan manusia dengan kodrat ilahi-Nya, yakni kasih, bagaikan kayu yang menjadi api setelah bersatu dengan api.
- Membawa orang lain pada pengalaman yang sama: Kerinduan untuk membawa sesama langsung kepada “Sumber Air Kehidupan” agar mereka pun boleh mengalami kasih Allah yang hidup dan menyelamatkan.
Spiritualitas
CSE menghayati perpaduan yang harmonis antara dua spiritualitas yang tampak berbeda namun saling melengkapi:
- Spiritualitas Karmel Awali: Penekanan pada aspek kontemplatif, keheningan, dan hidup dalam hadirat Allah (Vacare Deo), dengan meneladani semangat Bunda Maria dan Nabi Elia.
- Spiritualitas Karismatik (Pembaharuan Hidup Dalam Roh): Keterbukaan terhadap karya, bimbingan, serta karunia-karunia Roh Kudus dalam hidup dan pelayanan.
Dengan demikian, setiap anggota CSE dipanggil untuk menjadi pribadi yang sekaligus kontemplatif dalam keseharian dan karismatik dalam pelayanan.
Pola Hidup
CSE menjalani pola hidup kontemplatif terbuka, atau sering disebut pola hidup “amfibi”. Seperti Nabi Elia, anggota CSE tinggal dalam keheningan padang gurun, namun siap “turun gunung” kapan saja untuk melayani umat sesuai kehendak Tuhan (Bdk. 1Raj 17-18).
CSE memiliki tiga bentuk hidup yang dapat ditawarkan kepada para anggotanya sesuai dengan panggilan pribadinya, yakni:
- Komunitas Dasar: Menekankan hidup doa dan kontemplasi di tempat-tempat yang sunyi dan sepi, meskipun juga terbuka untuk pelbagai macam pelayanan yang sesuai dengan semangat dasarnya.
- Komunitas Aktif: Memberikan lebih banyak waktu untuk pelayanan pastoral, pendidikan, dan pelayanan rohani lain tanpa meninggalkan keutamaan doa.
- Komunitas Padang Gurun: Panggilan khusus bagi mereka yang dipanggil untuk hidup dalam kesunyian penuh bagi Allah tanpa pelayanan aktif. Mereka mendukung pelayanan saudara lainnya melalui doa dan kurban, bagaikan Musa yang naik ke atas bukit sambil berdoa ketika Yosua pergi ke medan perang (bdk. Kel 17: 9-13).
Karya Pelayanan
Pelayanan CSE dilakukan secara sinergis dengan Putri Karmel dan KTM. Adapun bentuk-bentuk karya pelayanan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pelayanan Retret
Serikat CSE mengadakan pembinaan rohani umat dengan memberikan pelayanan retret di berbagai rumah retret yang dimilikinya. Retret yang kerap diadakan berupa: Retret
Awal, Retret Penyembuhan Luka Batin, Retret Penyembuhan Sisi Gelap, Retret Karunia, Retret Intergenerasi, Retret Menerima Karunia Roh Kudus, Retret Mengatasi Kelemahan, Retret Meditasi Hening, dan pelbagai retret lainnya. Pertobatan dan perubahan hidup yang dialami oleh umat (maupun kaum religius dan klerus) yang mengikuti retret-retret ini merupakan bentuk sumbangan nyata dari pelayanan CSE bagi Gereja.
2. Camping Rohani
Pelayanan kepada kaum muda menjadi salah satu perhatian khusus serikat CSE. Oleh karena itu, di berbagai rumah retret yang dimilikinya, setiap tahun diadakan camping rohani untuk anak-anak muda. Camping rohani ini biasanya diadakan pada bulan Juni atau Juli ketika liburan sekolah dan selalu menarik ribuan anak muda dari seluruh Indonesia dan bahkan luar negeri.
3. Pelayanan Konseling
Serikat CSE memberikan pelayanan konseling kepada siapa saja yang memerlukannya, membantu mereka yang mengalami aneka persoalan supaya melalui kuasa Roh Kudus dan jamahan Yesus mereka mengalami kelegaan, damai dan sukacita.
4. Pelayanan Adorasi
Melalui caranya yang khas, CSE secara rutin mengadakan pelayanan adorasi. Tujuan dari adorasi adalah untuk mengarahkan hati pada Yesus, menyembah dan memuliakan Dia yang adalah Tuhan dan Penyelamat. Adorasi menjadi program wajib dalam setiap retret yang diadakan oleh CSE. Karena banyaknya permintaan, CSE dan Putri Karmel juga secara rutin mengadakan adorasi live streaming.
5. Pelayanan Pujian dan Penyembahan
Dalam saat-saat tertentu, CSE mengadakan pelayanan Pujian Penyembahan ataupun melakukan pelayanan Kebangunan Rohani Katolik di pelbagai tempat sesuai dengan permintaan umat setempat.
6. Pendampingan Komunitas Kristiani
CSE dan Putri Karmel mendampingi KTM sebagai komunitas awam yang didirikan oleh bapak pendiri yang sama. Selain itu, CSE juga mendampingi komunitas-komunitas lain di dalam Gereja yang terbuka pada karya pelayanan dan spiritualitas CSE.
7. Pelayanan Pendidikan
Pendidikan merupakan akses yang penting untuk menciptakan pemimpin-pemimpin umat dan masyarakat. Melalui karya pendidikan, CSE mempersiapkan para pemimpin yang memiliki iman yang mendalam, disiplin, dan memiliki karakter Kristiani yang baik.
Karya pendidikan yang dilakukan oleh CSE dan Putri Karmel diwujudkan melalui Yayasan Yohanes dari Salib yang menaungi Sekolah Tinggi Katolik Seminari (STIKAS) Yohanes Salib di Bandol dan Institut Shanti Bhuana (ISB) di Bengkayang, serta sedang melebarkan sayapnya untuk mendirikan Taman Seminari dan Sekolah Dasar.
8. Pelayanan Rohani lain
Serikat CSE dan Putri Karmel melayani pelayanan rohani lainnya yang diperlukan oleh umat beriman seperti: doa pembebasan, doa penyembuhan, bimbingan rohani, seminar, dan aneka pelayanan rohani lain dalam media digital.
Hingga tulisan ini dibuat (Februari 2026), CSE telah berkarya di pelbagai tempat seperti Cikanyere (Jawa Barat), Bandol (Kalimantan Barat), Ngadireso (Jawa Timur), Talun Kenas (Medan), Tampusu (Manado), Meratus (Kalimantan Selatan), Sabah (Malaysia), Penang (Malaysia), dan Cina, serta sedang merintis di Mamis (Labuan Bajo) dan Vietnam.
Syarat Keanggotaan
Berikut adalah beberapa syarat untuk calon anggota CSE:
- Laki-laki normal.
- Sudah dibaptis dalam Gereja Katolik minimal 2 tahun.
- Genap berusia 17 tahun dan maksimal 35 tahun.
- Pendidikan minimal SMA.
- Tidak terikat perkawinan dan tidak pernah menjadi anggota kongregasi/komunitas hidup bakti lainnya.
- Sehat secara rohani dan jasmani.
- Memiliki kerinduan akan Allah yang mendorongnya untuk memilih cara hidup CSE.
- Memiliki kematangan manusiawi, rohani, dan afektif.
- Memiliki kemampuan untuk menghayati cara hidup dan pelayanan CSE.
Hubungi Kami
Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi seputar panggilan, silakan menghubungi cse.kompang@gmail.com atau:
- RP. Lutgar, CSE (0812-5699-8653)
- RP. Epiphanius, CSE (0813-8518-1704)
- RP. Timothy, CSE (0821-5971-3025)
- Fr. Paulus, CSE (0812-9248-3600)
Follow akun resmi Instagram CSE di @cse.karmel.eliana
